Doa Untuk Sebentuk Keinginan
UNTUK SEBENTUK KEINGINAN
Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim
saya haturkan kepada semua sesepuh dan pengampuh dii Kampus Wong Alus,
salam sayang penuh cinta untuk semua santri Alus dimanapun kalian
berada.
Saat ini saya hanya ingin ber intermezzo
saja dengan kalian. Ada saatnya sejenak kita meletakkan beban dan
mencoba untuk rilex dari kesibukan. Terlebih bagi para Hikmater
( Ahli wirid, begitu saya menyebutnya.red ). Mungkin saja,entah dimana
dan dalam keadaan bagaimanapun…mereka yang mencintai wirid selalu
disibukkan dengan hitungan dan bacaannya. Bukan tanpa sebab, demi
sebentuk keinginan maka kebanyakan dari kita mencoba meraihnya dalam
waktu secepat mungkin dan sebanyak mungkin. Hajat dan keinginan yang
membuncah di dalam dada terkadang mengalahkan pikiran-pikiran rasional.
Saat ini saya tidak berbicara sebagai Pangeran Sukemilung…saya berbicara sebagai pribadi seorang sahabat yang bernama Enrico Burhan.
Dengan kebiasaan dan keadaan yang sama dengan kalian. Kenapa saya
katakan begitu ?? Sebabnya sederhana…jika para sahabat menghubungi saya
sebagai seorang Pangeran Sukemilung
sama artinya dengan para sahabat akan mencurahkan isi hati dan
masalahnya kepada saya. Sedangkan saya tidaklah beda dengan kalian.
Hanyalah sebuah pribadi yang kadang kala juga terjebak kesalahan, ke
khilafan dan kelemahan. Semua itu manusiawi menurut saya. Perbedaan
yang nyata adalah bahwa saya pernah duduk bersama guru-guru dan mursyid
dalam majelis ilmu. Dan dari beliaulah saya mendapatkan apa yang saya
miliki sekarang. Sebagian dari itu sudah saya bagi kepada para sahabat
dengan tulus ikhlas. Mungkinkah dari semua pemberian itu, baik dari saya
yang dhoif ataupun dari para sesepuh yang lain, sudah bisa memberikan
solusi bagi hajat para sahabat ?? Sudahkah semua pemberian itu
menghantarkan keinginan para sahabat kepada tempatnya ?? Jika pun kalian
menerima semua bentuk bacaan wirid ( Ilmu.red ) apakah para sahabat
yaqin bahwa kelak pemberian itu tetap bermanfaat bukan hanya bagi
kehidupan dunia tapi juga di akhir kelak saat kita berkumpul dalam
penghisaban di Yaumil Akhir ??
Saat ini mungkin waktu yang tepat bagi
semua pertanyaan yang ada dalam batin para sahabat untuk saya jawab.
Saya tidak akan berbicara tentang tingkatan makrifat dan kedudukan
spiritual para sahabat, saya hanya ingin membuka wawasan kalian
bahwasanya semua gelisah yang menghantui jiwa kita pasti akan ada JAWABANNYA ??
Kita mulai dari sebuah pertanyaan :
BERAPA LAMA DOA YANG KALIAN PANJATKAN SAMPAI KEPADAMU DAN MENGANTARKANMU KEPADA TUJUAN ?
Bagi kalian yang sering mengambil amalan
wirid di kampus ini pasti mempunyai stok wirid yang mungkin saja
menyamai stok wiridnya para Kyai. Kalian mengumpulkannya berdasarkan
keinginan kalian. Dengan melihat faedahnya dan kegunaan wirid tersebut.
Dengan nafsu yang menggebu- gebu semua amalan itu di simpan rapi didalam
arsip ghaib yang kalian beri judul :
KUMPULAN AMALAN-AMALAN MUSTAJAB.
Dalam pengamalan itu terkadang sahabat
menemui pengalaman spiritual yang tidak bisa terjawab. Kembali
kebingungan melanda. Jika amalan itu untuk kesaktian maka biasanya ada
beberapa Ruhaniyaan yang datang, entah itu khodam ayat, jin iseng,
ataupun gangguan syaiton. Bagaimana cara sahabat bisa membedakan sifat
dan keadaan Ruhaniyan itu ?? Ada lagi yang bertanya kepada saya tentang
kemustajaban antara amalan yang satu dengan amalan yang lain ??
Kemudian minta ijazah amalan yang paling mustajab, yang spektakuler,
tajam dan terpercaya ??? Ada lagi yang kebingungan karena doanya seperti
tidak pernah di ijabah, lenyap dan hilang ??? Yang lain bercerita sudah
riyadhoh belasan hari tapi ilmu belum tajrib juga ??
PRIHATIN ???
sudah tentu saya miris melihat keadaan itu. Betapa banyak para sahabat
yang lelah dalam amalannya tetapi tidak menemui keberhasilan. Betapa
banyak sahabat yang merasa ilmunya tajrib tapi kemudian sadar bahwa dia
ada dalam lingkaran tipu daya Jin / syethon. Betapa banyak kelelahan itu
menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap semua bentuk wirid ?? Mari
kita kaji satu persatu para sahabat….
-
Hilangkan kebiasaan mengkoleksi bacaan wirid yang tidak kalian
fahami asbabun nuzulnya dengan baik.. Kebiasaan seperti ini hanya
menyebabkan kalian berangan-angan saja.Apakah dengan mempunyai koleksi
puluhan bacaan akan bisa membuat kalian menjadi seorang spiritualis
handal atau seorang prayer yang mumpuni ?
-
Kembali kepada sunah An-Nabi SAW. Pelajari dan pahami dengan baik
setiap sunah Beliau SAW. Tumbuhkan rasa mahabbah dan tawaduq. Yaqini
bahwasanya keutamaan beliau SAW lebih dari Nabi manapun.
-
Carilah Guru Mursyid dan mengabdilah kepada beliau dengan tulus.Satu
Mursyid dapat mengantarmu kepada puluhan guru yang bukan Mursyid.
-
Duduklah bersama sahabat yang bisa membuat batinmu tenang,
orang-orang yang menyimpan kebijaksanaan didalam jiwanya. Ilmu yang
baik, benar dan yang berasal dari sumber yang jernih akan membuat
pengamalnya menjadi lebih lurus dalam berpikir dan bertindak. Mereka
akan memadukan Dzikir dan Pikir dengan seimbang. Keseimbangan batiniah
mereka jauh lebih baik dan sempurna.
-
Perbanyaklah bermuhasabah. Koreksi dirimu dan perbaiki jika kalian
menemukan cela di dalamnya. Cari tahu apa yang menjadi keiinginanmu
sebetulnya.
Kelima point di atas belumlah bisa
menjawab keseluruhan pertanyaan para sahabat, tapi minimal bisa mewakili
apa yang menjadi sebab tidak / belum berhasilnya sebuah riyadhoh.
Tulisan ini tidak akan mengambil contoh orang lain, saya akan
menceritakan pengalaman saya sendiri. Secara pribadi saya tipe orang
yang logis dengan keinginan selalu memperbaiki kualitas spiritual dari
waktu ke waktu. Jungkir balik bahkan tak jarang terperosok. Hanya karena
kasih sayang-NYA dan bantuan para mursyidlah saya bisa selalu kembali.
Saya di kelilingi para sahabat yang siap setiap waktu membela dan
menolong saya. Merekalah yang menjadi saksi perjalanan spiritual. Mereka
selalu hadir menolong jika saya kesulitan. Mereka-mereka inilah yang di
jadikan ‘ KHODAM ‘ oleh Allah SWT untuk saya. Kehadiran mereka yang
nyata dan ada membuat jiwa saya selalu tenang dan terjaga. Saya tidak
jatuh dalam khayalan ghoib tentang sebentuk khodam tanpa rupa dan
mendebarkan. Mereka datang kapanpun mau…tanpa saya harus bersusah payah
membaca ribuan wirid. Mereka dating dengan kerinduan seorang sahabat,
bukan dalam kegelapan dan kebingungan. Silaturahmi kami pun terjaga
dengan baik.
Selanjutnya …bagaimana saya menyikapi
persoalan yang menimpa saya ??? Bagaimana cara saya mendapatkan semua
hajat saya ??? Berapa record tercepat doa yang saya panjatkan datang
dengan sempurna ??? Untuk para sahabat ketahui…saya tidak pernah
menjadikan diri sebagai ‘ CHEEKER GUDANG ‘ yang hanya menghapal
nama-nama barang / produck. Saya lebih suka menjadi seorang ‘ DOKTER ‘
yang paham takaran dosis serta obat apa yang tepat untuk penyakit saya.
Kebanyakan para sahabat hanyalah menjadi CHEEKER GUDANG saja. Menghapal
puluhan amalan tanpa tahu obat dan dosis yang tepat untuk hajat /
masalah mereka. Hasilnya ? ……NOL BESAR
Lihatlah bagaimana cara para Mursyid
memberikan Ijazah…beliau tidaklah sama dalam memberikannya. Dua orang
yang datang dengan kasus yang sama kemudian minta doa+ijazah, akan
diberikan ‘ obat ‘ yang berbeda. Yang satu mungkin hanya disuruh banyak
istighfar dan yang lain mungkin saja diminta lebih banyak bershodaqah.
Yang tampak di mata seorang mursyid, mereka hanya diminta untuk
memperbaiki kekurangan saja. Demikianlah yang biasa kami lakukan !! Saya
tidaklah buru-buru memvonis bahwa apa yang terjadi harus segera
diselesaikan dengan amalan ini atau itu. Saya mencari terlebih dahulu
penyebabnya baru mencari obatnya.
Contoh kasus paling baru :
-
Awal Januari saya kembali pulang ke palembang setelah sekian lama di
tugaskan di medan. Saya kembali sebagai seorang pengangguran. Seorang
laki-laki tanpa status dan harga diri. Begitu menurut saya. Awalnya
merasa senang karena bebas dari rutinitas kerja. Setelah satu bulan
gelisah menghinggapi diri, barulah kemudian saya melaksanakan riyadhoh
untuk mencari wiridan yang tepat untuk masalah saya. Saat itu ada tiga
hal yg menjadi beban, Utang-Uang-Kerja. Apa wiridan yang tepat yg dapat
merangkum semua hajat itu ?? Jawaban sekaligus solusi untuk itu adalah
saya mendapatkan Ijazah Asma Ul-Husna dari sahabat saya DENWIEK.
Hasilnya bagaimana ?? woow sangat mengagumkan…tuntas dalam tempo tepat 2
minggu. Tentang bagaimana caranya saya mendapatkan Ijazah itu biarlah
hanya menjadi rahasia antara saya dan Mbah Denwiek.
-
Kasus ke dua adalah masalah yang menimpa saya dengan abang saya.
Permasalahan uang yang menjadi pokok utama. Saya lakukan kembali
pencarian Isyaroh itu. Belum ada isyaroh yang dapat di jadikan patokan
selama beberapa hari. Tepat hari ke lima, mendadak ba’da dzuhur Isyaroh
itu saya dapatkan. Ba’da dhuhur itu saya membaca Ratib Al-Attos
sebanyak 40x.. Belum tau setelah itu akan mendapatkan solusi apa.
Malamnya….ba’da maghrib saya di telpon teman dan bilang akan
mengembalikan uang saya. Alhamdulillah….berarti kurang lebih 7 jam saja
doa itu terjawab.
-
Kasus ke tiga adalah ke inginan saya untuk kerja di tempat lain
dengan jabatan yg sama saat terakhir saya bertugas. Kurang lebih 15 hari
melakukan riyadhoh, saya teringat akan sebuah Ismul A’dhom ( pernah
diposting dengan judul yang sama )…saya tergerak untuk membacanya.
Hasilnya….?? Mendadak saya dapat telpon dari seseorang yang bernama Andri
( kelak akan menjadi Pimpinan saya sekarang ). Beliau bercerita panjang
lebar dengan saya. Terjalin ke akraban. Suatu hari saya di undang main
ke kantornya, awalnya saya kira beliau adalah pegawai biasa seperti
saya. Ternyata sangat mengejutkan…beliau adalah Seorang kepala cabang.
Wah…ada apa ini ?? dengan tanpa tedeng aling-aling ( njiplak ucapan Mas
Wiro Sableng ! ) beliau menawarkan Jabatan Sub Branch di daerah. Dengan beberapa fasilitas yg membuat saya tertarik. Kalo sudah begini saya ga komentar banyak….Alhamdulillah.
Untuk kasus yang lain sangat banyak. Hal
itu yang membuat saya selalu hati-hati dalam memilih wirid yang tepat
untuk suatu hajat. Saya pun menyarankan para sahabat untuk bersikap
demikian. Jangan terjebak dalam iklan faedah suatu amalan. Cari tahu dan
yaqini bahwa amalan yang kau dapat bisa mengantarmu dengan baik tanpa
kehilangan barokah para Nabi dan Aulia Allah. Ucapkanlah QOBILTU…jika
memang hatimu berkata bahwa memang itulah obat yang tepat bagimu. Insya
Allah saya akan mengajarkan kepada kalian bagaimana caranya mencari
Isyaroh yang tepat. Saya bukanlah orang sakti seperti kebanyakan sangka
para sahabat. Sama seperti kalian…saya pun menadahkan tangan kepada-NYA
saat menemui kesulitan. Saya pun menangis dan mengadu kepada-NYA akan
beban batin saya.
Intermezo ini rasanya sudah terlalu
panjang. Maafkan saja jika kelemahan artikel ini membuatmu tersinggung
atau tersindir. Demi Sebentuk keinginan mari sama-sama memperbaiki
kwalitas spiritual kita. Akhirul kalam saya ucapkan kepada semua
sahabat, jangan pernah bersedih jika doamu belum di ijabah. Kau tidaklah
tahu apa Rahasia dibalik itu sampai kelak Allah akan membukakannya
untukmu. Selamat berdoa semoga semua hajat segera terqabulkan…Amiin.
Untuk sedikit intermezzo ini saya hanya meminta kepadamu “
sertakanlah saya dan keluarga juga semua Mursyid dan guru kami didalam
doa-doamu…Insya Allah kepada semua sahabat, kita akan berjumpa kelak
secara langsung. Rindunya hati seorang sahabat kepada sahabatnya jauh
lebih berat dan besar dari sebuah gunung ataupun jauh lebih luas dari
sebuah samudera “
Saya Pamit….Jazakumullah bi ahsanil jaza. Barakalloh fiikum…
Footnote :
Salam ta’dhim buat Abangku Sanjaya di Bandung…thx atas nasehatnya. Good Job Brother !
Salam sayang untuk sahabat terbaik Muhammad69…Jangan nganji yo ji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar